Tempat wisata di Jogja tersebar di lima wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo. Setiap wilayah punya karakter sendiri: sejarah dan budaya di pusat kota, candi dan gunung di Sleman, pantai selatan di Bantul dan Gunungkidul, serta perbukitan Menoreh di Kulon Progo.

Daftar berikut disusun per wilayah. Dengan begitu, tempat yang berdekatan bisa digabung dalam satu hari perjalanan tanpa bolak-balik melintasi kota, seperti pada contoh itinerary wisata Jogja 3 hari 2 malam yang membagi rute per kawasan.

Kota Yogyakarta

1. Keraton Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah istana Kasultanan Yogyakarta yang didirikan Sri Sultan Hamengku Buwono I setelah Perjanjian Giyanti 1755. Sampai sekarang keraton masih menjadi kediaman Sultan sekaligus pusat tradisi Jawa di Yogyakarta.

Pengunjung bisa masuk ke kompleks Kedhaton, melihat koleksi museumnya, dan menonton pertunjukan seni tradisi yang rutin digelar. Destinasi wisata milik Keraton libur setiap Senin.

2. Taman Sari

Taman Sari adalah bekas taman air keraton yang dibangun pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I. Lokasinya di barat daya keraton, di tengah permukiman warga Kampung Taman.

Bagian yang paling sering difoto adalah kolam Umbul Pasiraman dan Sumur Gumuling, bangunan melingkar dengan tangga di tengahnya yang dulu dipakai sebagai masjid. Datang pagi membuat suasananya lebih lengang.

3. Malioboro

Malioboro adalah jalan utama yang membentang dari dekat Stasiun Tugu sampai Titik Nol Kilometer. Jalan ini termasuk bagian Sumbu Filosofi Yogyakarta, kawasan Warisan Dunia UNESCO yang menghubungkan Tugu, Keraton, dan Panggung Krapyak.

Malioboro diarahkan menjadi kawasan pejalan kaki, sehingga paling nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki atau naik becak. Teras Malioboro menampung ratusan kios UMKM kuliner, kerajinan, dan fesyen.

4. Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng Vredeburg menempati benteng peninggalan kolonial Belanda di ujung selatan Malioboro, berhadapan dengan Gedung Agung. Museum ini menyajikan sejarah perjuangan Indonesia lewat diorama, termasuk diorama digital.

Setelah direvitalisasi oleh Indonesian Heritage Agency, museum ini buka sampai malam. Pada malam hari, pengunjung bisa menonton air mancur menari dan video mapping di dinding bangunan.

5. Kotagede

Kotagede di tenggara pusat kota adalah bekas ibu kota Kerajaan Mataram Islam. Kawasan ini menyimpan Masjid Gedhe Mataram, kompleks Makam Raja-raja Mataram, Pasar Kotagede, dan rumah-rumah tradisional di gang sempit.

Kotagede juga dikenal sebagai sentra kerajinan perak. Di sekitar pasar, pengunjung bisa mencari kipo, jajanan kecil berisi kelapa dan gula jawa yang menjadi camilan khas kawasan ini.

Sleman

6. Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan masuk daftar Warisan Dunia UNESCO sejak 1991. Bangunan utamanya, Candi Siwa, menjulang di tengah kompleks bersama Candi Brahma dan Candi Wisnu.

Kawasan Prambanan juga mencakup Candi Sewu, kompleks candi Buddha di sisi utara. Pada malam hari, panggung di dekat candi menjadi tempat pementasan Sendratari Ramayana.

7. Situs Ratu Boko

Situs Ratu Boko berada di atas Bukit Boko, di selatan Candi Prambanan. Berbeda dengan candi pada umumnya, situs ini berupa sisa kompleks bangunan dengan gapura besar, kolam, dan pendopo.

Ratu Boko dikenal sebagai tempat menikmati matahari terbenam. Dari bukit, pengunjung bisa melihat dataran Prambanan dan Gunung Merapi saat cuaca cerah.

8. Tebing Breksi

Tebing Breksi di Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, adalah bekas tambang batu warga. Penambangan dihentikan pada 2014 setelah kajian menunjukkan batuannya berasal dari aktivitas gunung api purba, lalu kawasan ini diresmikan sebagai tempat wisata oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X pada 30 Mei 2015.

Dinding tebingnya dipahat dengan relief tokoh wayang dan naga. Puncak tebing menjadi tempat melihat matahari terbenam, dan Candi Ijo, candi tertinggi di Yogyakarta, berada sekitar satu kilometer dari sini.

9. Lava Tour Merapi

Lava tour Merapi di Kapanewon Cangkringan mengajak pengunjung naik jeep menyusuri bekas jalur erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Rutenya biasanya melewati Museum Sisa Hartaku, Batu Alien, Kali Kuning, dan Bunker Kaliadem.

Sewa jeep dihitung per kendaraan dengan kapasitas sampai empat penumpang dewasa. Status aktivitas Merapi ditetapkan BPPTKG dan bisa berubah, sehingga pengunjung perlu memakai operator resmi yang mengikuti batas zona bahaya.

10. Museum Ulen Sentalu

Museum Ulen Sentalu berada di kawasan wisata Kaliurang, Kapanewon Pakem, di lereng selatan Merapi. Museum ini menyimpan koleksi budaya keraton Jawa, mulai dari batik, lukisan, sampai kisah para putri bangsawan Mataram.

Kunjungan dilakukan berkelompok bersama pemandu, dan pengunjung tidak diperkenankan memotret di ruang pamer. Udara Kaliurang yang sejuk membuat kawasan ini cocok digabung dengan lava tour pada hari yang sama.

Bantul

11. Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis di Kapanewon Kretek menjadi pantai paling terkenal di selatan Yogyakarta. Pantai ini erat dengan cerita Kanjeng Ratu Kidul dan tradisi labuhan Keraton Yogyakarta di Parangkusumo yang bersebelahan.

Ombak Parangtritis besar dan arusnya kuat, sehingga pengunjung diimbau tidak berenang. Aktivitas yang umum dilakukan adalah naik andong atau ATV di sepanjang pantai sambil menunggu matahari terbenam.

12. Gumuk Pasir Parangkusumo

Gumuk Pasir Parangkusumo adalah hamparan bukit pasir di dekat Pantai Parangtritis. Pasirnya berasal dari material vulkanik Merapi yang terbawa sungai ke laut, lalu terdorong angin kembali ke daratan.

Pengunjung datang untuk sandboarding dan berfoto dengan latar bukit pasir. Pagi dan sore lebih nyaman karena pasir belum terlalu panas.

13. Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus Mangunan berada di Kapanewon Dlingo, di perbukitan timur Bantul. Deretan pohon pinus yang tinggi dan rapat membuat kawasan ini teduh sepanjang hari.

Pagi hari menjadi waktu paling dicari karena kabut sering turun di sela pepohonan. Di kawasan yang sama ada Kebun Buah Mangunan, tempat melihat matahari terbit di atas lembah berkabut.

14. Desa Wisata Kasongan

Desa Wisata Kasongan di Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, adalah sentra kerajinan gerabah. Sepanjang jalan desa berderet toko yang menjual guci, pot, dan hiasan rumah dari tanah liat.

Selain berbelanja, pengunjung bisa mencoba membuat gerabah sendiri di sejumlah perajin. Lokasinya tidak jauh dari pusat kota, sehingga mudah disisipkan dalam perjalanan ke Bantul selatan.

Gunungkidul

15. Gunung Api Purba Nglanggeran

Gunung Api Purba Nglanggeran di Kapanewon Patuk berjarak sekitar 25 kilometer atau satu jam berkendara dari Kota Yogyakarta. Gunung ini terbentuk dari aktivitas vulkanik purba dan kini menjadi jalur pendakian ringan dengan pemandangan perbukitan Gunungkidul.

Desa Wisata Nglanggeran meraih predikat Best Tourism Village dari UNWTO pada 2021. Embung Nglanggeran di kawasan yang sama sering didatangi untuk melihat matahari terbit.

16. Gua Pindul

Gua Pindul di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, dikenal lewat wisata cave tubing. Pengunjung mengapung dengan ban di sepanjang aliran sungai bawah tanah sepanjang sekitar 350 meter, dengan durasi kurang lebih satu jam.

Kawasan Bejiharjo juga menawarkan river tubing di Sungai Oya yang mengalir tidak jauh dari gua. Kedua aktivitas biasanya ditawarkan dalam satu paket oleh pengelola setempat.

17. Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk di Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen, mengalir dari tebing ke Sungai Oya. Pengunjung biasanya naik rakit menyusuri sungai di antara tebing kapur untuk mencapai air terjun.

Debit air terjun lebih besar pada musim hujan, tetapi arus Sungai Oya juga bisa meningkat setelah hujan deras. Karena itu, tanyakan kondisi sungai ke pengelola sebelum naik rakit.

18. Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti di Kapanewon Tepus menjadi salah satu pantai berpasir putih yang paling ramai di Gunungkidul. Pantai ini juga dikenal dengan nama Pantai Pulang Sawal.

Kawasan Tepus punya deretan pantai yang berdekatan, seperti Pantai Sundak dan Pantai Pok Tunggal, sehingga pengunjung bisa berpindah pantai dalam satu kunjungan. Perjalanan dari Kota Yogyakarta memakan waktu sekitar dua jam.

Kulon Progo

19. Kalibiru

Kalibiru di Kalurahan Hargowilis, Kapanewon Kokap, adalah kawasan wisata alam di Perbukitan Menoreh. Dari gardu pandangnya, pengunjung bisa melihat Waduk Sermo yang dikelilingi hutan.

Kalibiru dikelola warga bersama kelompok tani hutan setempat. Waduk Sermo di bawahnya juga bisa dikunjungi untuk menikmati suasana bendungan yang tenang.

20. Puncak Suroloyo

Puncak Suroloyo di Kapanewon Samigaluh merupakan titik tertinggi Perbukitan Menoreh. Puncak ini dicapai dengan menaiki ratusan anak tangga dari area parkir.

Suroloyo paling banyak didatangi saat matahari terbit. Pada cuaca cerah, dari puncaknya terlihat deretan gunung di Jawa Tengah, termasuk Merapi dan Merbabu.

21. Pantai Glagah

Pantai Glagah di Kapanewon Temon letaknya tidak jauh dari Yogyakarta International Airport (YIA). Pantai ini dikenal dengan pemecah gelombang dari tumpukan tetrapod dan laguna yang dipakai untuk wisata perahu.

Kedekatannya dengan bandara membuat Pantai Glagah cocok dikunjungi sebelum penerbangan atau setelah mendarat di YIA.