Kalender Kegiatan Budaya di DIY, Mulai dari Sekaten, Garebeg, Labuhan, hingga Festival Seni
Upacara adat Keraton, tradisi desa, dan festival seni di Yogyakarta beserta bulan pelaksanaannya, lengkap dengan jadwal 2026 sebagai patokan.
YOGYAKARTA — Jogja Terkini
Kegiatan budaya di DIY terbagi dua kelompok: upacara adat Keraton dan desa yang mengikuti kalender Jawa, serta festival seni yang digelar pada bulan yang relatif tetap setiap tahun. Karena kalender Jawa berpatokan pada peredaran bulan, tanggal Masehi upacara adat maju sekitar 11 hari setiap tahun.
Jadwal 2026 di artikel ini dipakai sebagai patokan. Untuk upacara adat, jadwal resmi diumumkan Keraton Yogyakarta menjelang pelaksanaan.
Kalender Singkat
- Januari sampai Februari: Labuhan (bergeser lebih awal setiap tahun), Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta
- Bulan Sawal: Garebeg Syawal, bertepatan dengan Idulfitri
- Bulan Besar: Garebeg Besar, bertepatan dengan Iduladha
- Malam 1 Sura: Mubeng Beteng
- Juni sampai Agustus: ARTJOG
- Bulan Sapar: Saparan Bekakak dan Rebo Pungkasan
- Bulan Mulud: Sekaten dan Garebeg Mulud
- September: Festival Kebudayaan Yogyakarta
- 7 Oktober: Wayang Jogja Night Carnival
- Akhir November sampai Desember: Jogja-NETPAC Asian Film Festival
Upacara Adat Keraton Yogyakarta
1. Sekaten dan Garebeg Mulud
Sekaten digelar Keraton Yogyakarta pada bulan Mulud untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Rangkaiannya dimulai dengan Miyos Gangsa, yaitu dua perangkat gamelan pusaka, Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogo Wilogo, dibawa ke Pagongan Masjid Gedhe Kauman.
Pada 2026, Miyos Gangsa berlangsung 19 Agustus, gamelan ditabuh di Pagongan Masjid Gedhe pada 20 sampai 25 Agustus, lalu ditutup dengan Kondur Gangsa pada 25 Agustus. Ketiga acara itu terbuka untuk umum.
Garebeg Mulud 2026 digelar tertutup di Bangsal Srimanganti pada 26 Agustus, dengan konsep pembagian ubarampe pareden. Keraton menyederhanakan prosesi Garebeg mengikuti dhawuh dalem Sri Sultan Hamengku Buwono X.
2. Garebeg Syawal
Garebeg Syawal digelar pada hari Idulfitri sebagai sedekah Raja kepada rakyat. Pada 2026, upacara berlangsung 20 Maret, dengan iring-iringan prajurit keraton yang turun dari Siti Hinggil sekitar pukul 09.00 WIB.
Mulai 2026, gajah tidak lagi ikut dalam kirab gunungan dan pareden. Keraton mengacu pada Surat Edaran Ditjen KSDAE Kementerian Kehutanan Nomor 6 Tahun 2025, serta melarang penerbangan drone di kawasan Keraton selama upacara.
3. Garebeg Besar
Garebeg Besar digelar bertepatan dengan Iduladha pada bulan Besar dalam kalender Jawa. Pada 2026, Garebeg Besar berlangsung 27 Mei, dan sejak saat itu Sultan meminta prosesi Garebeg disederhanakan.
4. Labuhan
Labuhan adalah upacara persembahan Keraton yang digelar dalam rangka Tingalan Jumenengan Dalem, peringatan naik takhta Sri Sultan Hamengku Buwono X. Ubarampe labuhan dibawa ke empat tempat: Pantai Parangkusumo di Bantul, Gunung Merapi, Gunung Lawu, dan Dlepih di Wonogiri.
Pada 2026, Labuhan Parangkusumo dan Labuhan Dlepih digelar 19 Januari, disusul Labuhan Merapi dan Labuhan Lawu pada 20 Januari. Tahun itu menandai 38 tahun bertakhtanya Sultan Hamengku Buwono X.
5. Mubeng Beteng Malam 1 Sura
Mubeng Beteng adalah tradisi berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton pada malam 1 Sura, tahun baru dalam kalender Jawa. Peserta berjalan dalam diam atau tapa bisu, tanpa berbicara sepanjang rute.
Pada 2026, Mubeng Beteng dimulai 16 Juni malam dari Kamandungan Lor atau Keben, dengan prosesi utama tepat pukul 00.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan Paguyuban Abdi Dalem Keraton Yogyakarta ini terbuka dan gratis, dengan syarat pakaian sopan dan tanpa celana pendek.
Tradisi Masyarakat di Kabupaten
6. Saparan Bekakak
Saparan Bekakak digelar warga Kalurahan Ambarketawang, Kapanewon Gamping, Sleman, pada bulan Sapar. Tradisi ini disebut sudah ada sejak 1756, sebagai doa keselamatan bagi penambang batu gamping setelah musibah runtuhan yang menimpa juru kunci Gunung Gamping, Ki Wiro Suto.
Puncaknya berupa kirab dari Kantor Kalurahan Ambarketawang ke Situs Gunung Gamping. Dua pasang boneka bekakak dari tepung ketan, dengan gula merah sebagai simbol darah, kemudian disembelih secara simbolis.
7. Rebo Pungkasan
Rebo Pungkasan digelar warga Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul, pada Rabu terakhir bulan Sapar. Tradisi ini dikenal dengan kirab lemper berukuran besar yang kemudian dibagikan kepada warga.
8. Rasulan di Gunungkidul
Rasulan adalah tradisi bersih desa di Gunungkidul yang umumnya digelar setelah panen. Warga mengarak gunungan hasil bumi, lalu menggelar pertunjukan seni tradisi sebagai ungkapan syukur.
Setiap padukuhan atau kalurahan menentukan waktunya sendiri, sehingga Rasulan bisa ditemui di waktu yang berbeda-beda di tiap wilayah.
Festival Seni dan Budaya
9. Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta
Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) digelar di Kampung Ketandan, kawasan pecinan di sisi Malioboro, dalam rangkaian perayaan Imlek. Pada 2026, PBTY berlangsung 25 Februari sampai 3 Maret dengan puncak Malioboro Imlek Karnaval pada 28 Februari.
10. ARTJOG
ARTJOG adalah pameran seni rupa kontemporer tahunan di Jogja National Museum. Pameran ini pertama kali digelar pada 2008 dengan nama Jogja Art Fair, lalu berganti nama menjadi ARTJOG pada 2010.
ARTJOG 2026 bertema Ars Longa: Generatio dan berlangsung 19 Juni sampai 30 Agustus 2026.
11. Festival Kebudayaan Yogyakarta
Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) digelar Pemda DIY setiap tahun dengan tuan rumah yang berpindah. FKY 2025 berlangsung di Gunungkidul, sedangkan FKY 2026 digelar di Sleman pada 13 sampai 19 September dengan tema Aksara, berpusat di bekas Pabrik Gula Beran.
12. Wayang Jogja Night Carnival
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) menjadi puncak perayaan hari jadi Kota Yogyakarta setiap 7 Oktober. Karnaval malam ini digelar di kawasan Titik Nol Kilometer dengan peserta dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta.
Pada HUT ke-270 Kota Yogyakarta tahun 2026, WJNC menjadi bagian dari tujuh acara utama, bersama Simfoni 1001 Pembatik di Malioboro dan Sarkemfest di Jalan Pasar Kembang.
13. Jogja-NETPAC Asian Film Festival
Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) adalah festival film Asia yang digelar di Yogyakarta setiap akhir tahun. JAFF 2026 berlangsung 29 November sampai 6 Desember 2026 di sejumlah lokasi pemutaran.