Udara panas di Yogyakarta beberapa pekan terakhir dipicu posisi semu matahari, langit yang minim awan, dan El Nino yang menahan hujan, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Suhu maksimum di DIY mencapai 35,2 derajat Celsius pada 3 Oktober 2026, naik dari 32 derajat Celsius pada 29 September.

Kepala Stasiun Klimatologi DIY Mamenun mengatakan suhu sesudahnya naik turun, tetapi tetap tinggi. Pada 13 Oktober 2026, suhu maksimum tercatat 34,9 derajat Celsius.

Tiga Penyebab Udara Panas

BMKG menyebut tiga faktor yang membuat siang hari di DIY terasa terik:

  1. Posisi semu matahari. Setelah ekuinoks September, matahari bergerak semu ke belahan bumi selatan dan berada hampir tegak lurus di atas Pulau Jawa. Sinar matahari yang diterima permukaan menjadi lebih kuat.
  2. Awan dan hujan minim. Uap air untuk pertumbuhan awan sangat sedikit, sehingga sinar matahari langsung sampai ke permukaan tanpa penghalang.
  3. Dinamika atmosfer, termasuk El Nino. El Nino mengurangi curah hujan dan memperpanjang periode kering di DIY.

Analis Stasiun Meteorologi Yogyakarta Rahmad Tauladani menambahkan, panas paling terasa di kawasan perkotaan. Kepadatan kendaraan ikut menambah panas di jalan raya.

Sebagian Besar DIY Lebih dari 60 Hari Tanpa Hujan

Sebagian besar wilayah DIY sudah lebih dari 60 hari tidak turun hujan, menurut Stasiun Meteorologi Yogyakarta. Stasiun Klimatologi DIY menetapkan peringatan dini kekeringan level Awas untuk seluruh wilayah DIY pada dasarian II Oktober 2026.

Stasiun Klimatologi Yogyakarta menyebut tiga kondisi yang membuat hujan belum turun. Monsun Australia yang membawa udara kering masih aktif, El Nino berada pada kategori sangat kuat dan diperkirakan bertahan sampai awal 2027, dan Dipole Mode Index bernilai positif hingga akhir 2026.

Musim Hujan Diprediksi Mundur

BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 di DIY dimulai pada dasarian III November sampai dasarian II Desember 2026. Awal musim hujan itu mundur minimal tiga dasarian, atau sekitar satu bulan, dibandingkan rata-rata periode 1991 sampai 2020.

Dari zona musim di DIY, 25 persen diprediksi masuk musim hujan pada dasarian III November. Sisanya terbagi rata, yaitu 37,5 persen pada dasarian I Desember dan 37,5 persen pada dasarian II Desember 2026.

Puncak musim hujan diprediksi jatuh pada Februari sampai Maret 2027, dan musim hujan berakhir pada April 2027. Durasinya lebih pendek dari biasanya, dengan curah hujan 1.001 sampai 2.000 milimeter dan sifat hujan normal hingga di bawah normal.

Imbauan untuk Warga

BPBD DIY meminta warga bersiap menghadapi dua kondisi sekaligus, yaitu kekeringan selama kemarau dan banjir atau longsor saat hujan mulai turun. Langkah yang dianjurkan:

  • Menghemat air dan menyiapkan tampungan air hujan.
  • Membersihkan saluran air di sekitar rumah sebelum hujan pertama.
  • Memangkas atau mengamankan pohon yang berisiko tumbang.
  • Mengetahui jalur dan tempat evakuasi di lingkungan masing-masing.

Untuk aktivitas di luar ruangan saat siang terik, warga bisa memperbanyak minum air putih, memakai penutup kepala, dan mengurangi waktu di bawah sinar matahari langsung.